Meta sedang menyiapkan rencana bisnis infrastruktur cloud yang menjual akses ke daya komputasi AI dan model, menurut laporan Bloomberg pada 1 Juli 2026 [1][2]. Langkah ini akan menempatkan Meta berhadapan langsung dengan penyedia cloud besar seperti Amazon Web Services, Google Cloud, dan Microsoft Azure [1].

Bisnis cloud AI menjual akses ke kapasitas komputasi GPU dan model yang dihosting di pusat data milik sendiri, sehingga pelanggan membayar untuk menjalankan beban kerja AI tanpa membangun infrastruktur sendiri [1].

Mengapa sekarang

Langkah Meta datang beberapa minggu setelah SpaceX, lewat xAI, mengumumkan rencana serupa. Pada awal Mei 2026, SpaceX menandatangani kesepakatan dengan Anthropic untuk membeli seluruh kapasitas compute di pusat data Colossus 1 milik SpaceX, dan kemudian menandatangani sewa serupa dengan Google dan Reflection AI [1]. Meta mengikuti pola yang sama, sebuah sinyal bahwa pemenang lomba AI bisa ditentukan oleh siapa yang memiliki pusat data [1].

Berapa besar taruhan Meta

Per akhir kuartal pertama 2026, Meta telah berkomitmen membelanjakan 182,9 miliar dolar AS untuk infrastruktur AI di tahun-tahun mendatang, termasuk proyek besar yang sedang berjalan di Louisiana dan Ohio [1][3]. Proyek Ohio, yang menurut Zuckerberg akan seukuran Manhattan, dijadwalkan online tahun ini [1].

Meta belum melihat permintaan signifikan untuk model dan layanan AI miliknya sendiri. Perusahaan tidak memisahkan pendapatan dari Meta AI maupun Llama, keluarga model open-weight-nya, dalam laporan laba rugi, dan pimpinan lebih banyak menekankan penggunaan AI internal di pernyataan publik [1]. Itu berarti bisnis AI Meta belum menjadi sumber pendapatan mandiri yang material [1].

Model bisnis: CoreWeave dan AWS

Untuk mendapatkan imbal hasil dari belanja masifnya, Meta bisa meniru model CoreWeave dengan menjual akses ke kapasitas compute mentah, menurut Bloomberg [1][2]. Meta juga mempertimbangkan mengikuti jejak AWS dengan menjual akses ke berbagai model AI, termasuk Muse Spark, model closed-weight yang baru diluncurkan, yang dihosting di infrastrukturnya [1].

Lini bisnis baru ini akan menjadi bagian dari inisiatif yang disebut Meta Compute, dipimpin oleh kepala infrastruktur Santosh Janardhan, pemimpin Meta Superintelligence Labs Daniel Gross, dan president Dina Powell McCormick [1]. Langkah ini mengonfirmasi pernyataan Zuckerberg pada Mei 2026 bahwa bisnis cloud Meta sangat mungkin dijalankan [1][4].

Risiko yang diperdebatkan

Sebagian pemerhati memperingatkan bahwa lomba membangun infrastruktur AI menciptakan gelembung yang bertumpu pada chip dengan nilai penyusutan cepat [1]. Pihak lain mempertanyakan apakah perusahaan AI bisa menghasilkan cukup pendapatan pengguna akhir untuk membenarkan taruhan triliunan dolar [1]. Kekhawatiran itu belum menghentikan Meta berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur compute AI [1].

Apa ini berarti bagi pembangun AI di Asia

Bagi pembangun AI di Indonesia dan Asia, tiga sinyal layak dicatat. Persaingan cloud AI yang baru bisa menurunkan harga compute seiring kapasitas berlebih dibebaskan ke pasar [1]. Alternatif infrastruktur di luar AWS, Google Cloud, dan Azure membuka pilihan procurement untuk tim yang menjalankan agen sepanjang hari [1]. Kepemilikan pusat data menjadi sumber keunggulan, sehingga pemain dengan cadangan GPU terbesar memegang posisi tawar yang lebih kuat [1].

Pertanyaan umum

Apa itu bisnis cloud Meta Compute?

Rencana bisnis infrastruktur cloud Meta untuk menjual akses ke daya komputasi AI dan model yang dihosting di pusat data miliknya, dilaporkan Bloomberg pada 1 Juli 2026. Inisiatif ini disebut Meta Compute dan dipimpin Santosh Janardhan, Daniel Gross, dan Dina Powell McCormick [1][2].

Berapa besar komitmen infrastruktur AI Meta?

Per akhir kuartal pertama 2026, Meta berkomitmen 182,9 miliar dolar AS untuk infrastruktur AI di tahun-tahun mendatang, termasuk proyek besar di Louisiana dan Ohio. Proyek Ohio dijadwalkan online tahun ini [1][3].

Bagaimana Meta dibandingkan SpaceX dan xAI?

Pada awal Mei 2026, SpaceX lewat xAI menandatangani kesepakatan dengan Anthropic untuk membeli seluruh kapasitas compute di pusat data Colossus 1, lalu sewa serupa dengan Google dan Reflection AI. Meta mengikuti pola yang sama, menjual kapasitas compute berlebih ke pasar [1].

Model bisnis apa yang ditiru Meta?

Meta bisa meniru CoreWeave menjual akses ke kapasitas compute mentah, dan mengikuti AWS menjual akses ke berbagai model AI termasuk Muse Spark yang dihosting di infrastrukturnya [1].

Sumber

  • 1. TechCrunch, Rebecca Bellan, Meta, like SpaceX, looks to turn excess AI compute into cash. https://techcrunch.com/2026/07/01/meta-like-spacex-looks-to-turn-excess-ai-compute-into-cash/
  • 2. Bloomberg, Meta is building a cloud business to sell excess AI compute. https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-07-01/meta-is-building-a-cloud-business-to-sell-excess-ai-compute
  • 3. SEC filing, Meta Platforms Q1 2026. https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1326801/000162828026028526/meta-20260331.htm
  • 4. CNBC, Zuckerberg says Meta starting cloud business on the table. https://www.cnbc.com/2026/05/27/mark-zuckerberg-says-meta-starting-cloud-business-on-the-table.html