Pemerintah Jepang resmi menugaskan pembangunan model AI nasional untuk menggerakkan 10 juta robot di 18 industri pada 2040, dengan plafon pendanaan publik hingga 1 triliun yen atau sekitar 6,1 miliar dolar AS selama lima tahun [1]. Proyek physical AI ini dijalankan dari tahun anggaran 2026 hingga 2030 [1].
Physical AI adalah model fondasi multimodal yang membaca bahasa, gambar, video, dan data sensor sekaligus, sehingga robot dapat menafsirkan ruangan dan bertindak di dalamnya. Model ini menggantikan gerakan terprogram dengan kemampuan memahami lingkungan secara langsung [1].
Siapa yang membangun
METI dan NEDO, kementerian industri dan badan inovasi Jepang, menugaskan Noetra bersama AIST, laboratorium riset nasional [1]. Noetra dimiliki mayoritas oleh SoftBank, NEC, Sony Group, dan Honda, dengan Fujitsu dan Rakuten dilaporkan mempertimbangkan bergabung [1]. Insinyur SoftBank bekerja bersama peneliti Preferred Networks dan AIST [1].
Susunan ini mengikuti pola industrial Jepang: negara merakit konsorsium perusahaan yang sudah membangun perangkat keras, mulai dari robotika Honda hingga sensor pencitraan Sony [1].
Anggaran dan tahap pendanaan
Komisi tahun anggaran berjalan dilaporkan bernilai sekitar 2,3 miliar dolar AS, ditarik dari alokasi 387,3 miliar yen yang didanai melalui GX Economy Transition Bonds [1]. Hanya dua tahun pertama yang dikunci. Setelah itu, pendanaan ditinjau setiap tahun melalui proses stage-gate, sehingga Tokyo dapat menarik dukungan bila Noetra melewatkan tonggak penting [1].
Plafon pendanaan publik lima tahun tercatat 1 triliun yen, sekitar 6,1 miliar dolar AS [1]. Angka triliun yen berfungsi sebagai plafon atas, dan struktur ini memberi pemerintah alasan untuk mundur diam-diam bila proyek terhenti [1].
Mengapa robot, mengapa sekarang
Menteri industri Ryosei Akazawa menyatakan rencana ini akan mendorong implementasi sosial di sektor restoran, manufaktur makanan, dan layanan medis [1]. Latar belakangnya adalah pasar tenaga kerja Jepang yang kehabisan orang: populasi yang menua dikombinasikan dengan kebijakan migrasi yang ketat meninggalkan banyak sektor kekurangan pekerja [1].
Jepang telah membangun keahlian robotika selama bertahun-tahun di layanan lansia, tanggap bencana, manufaktur, dan pembersihan Fukushima Daiichi [1]. Proyek ini berupaya mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang dapat diekspor [1].
Waktunya selaras. Korea Selatan mengumumkan dorongan robotikanya sendiri dalam sehari setelah konfirmasi Jepang, dan kedua pemerintah membingkai physical AI sebagai front berikutnya dalam kompetisi yang selama ini lebih banyak diperebutkan lewat chatbot dan kontrak cloud [1].
Apa ini berarti bagi Asia Tenggara
Bagi pembangun AI di Indonesia dan Asia Tenggara, tiga sinyal layak dicatat. Pendanaan stage-gate menunjukkan negara bersedia mendanai model fondasi fisik selama tonggak terpenuhi [1]. Model multimodal yang membaca sensor membuka peluang robotika layanan di sektor restoran, manufaktur makanan, dan layanan medis [1]. Kompetisi Jepang dan Korea Selatan menandai bergesernya perlombaan AI dari perangkat lunak ke sistem yang bertindak di dunia fisik [1].
Pertanyaan umum
Apa itu model AI nasional Jepang untuk robot?
Model fondasi physical AI multimodal yang dibangun Noetra dan AIST untuk menggerakkan robot di 18 industri. Model ini membaca bahasa, gambar, video, dan data sensor agar robot dapat menafsirkan lingkungan dan bertindak [1].
Berapa banyak robot dan berapa pendanaannya?
Target 10 juta robot pada 2040, dengan plafon pendanaan publik hingga 1 triliun yen atau sekitar 6,1 miliar dolar AS selama lima tahun. Komisi tahun anggaran berjalan sekitar 2,3 miliar dolar AS, dan hanya dua tahun pertama yang dikunci [1].
Siapa yang membangun model AI robotika Jepang?
Noetra bersama AIST, dengan Noetra dimiliki mayoritas SoftBank, NEC, Sony Group, dan Honda. Fujitsu dan Rakuten dilaporkan mempertimbangkan bergabung, dan insinyur SoftBank bekerja bersama peneliti Preferred Networks [1].
Kapan model pertama dirilis?
Versi awal dijadwalkan rilis paling cepat tahun anggaran berjalan, dengan peningkatan tahunan setelahnya. Pendanaan setelah dua tahun pertama ditinjau melalui proses stage-gate [1].
Sumber
- 1. AI News, Japan's answer to its worker shortage: an AI model for 10 million robots. https://www.artificialintelligence-news.com/news/japan-ai-robots-2040-national-ai-model/